Banjir Lahar Dingin Ancam 53 Desa


Potensi banjir lahar dingin di musim penghujan tahun 2011 ini mengancam sedikitnya 53 desa di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Puluhan desa itu terletak di bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, 53 desa tersebut tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Dukun, Srumbung, Sawangan, Salam, Muntilan, Mungkid, dan Ngluwar. Penduduk 53 desa itu berjumlah 94 ribu jiwa.

Sedangkan sungai di hilir yang berpotensi teraliri banjir lahar saat hujan di antaranya Sugai Pebalan, Lamat, Putih, Blongkeng, Batang, Bebeng, dan Krasak.

Karena berpotensi tergerus aliran banjir lahar dingin jika kawasan puncak diguyur hujan lebat, penduduk 53 desa itu diminta selalu waspada. Mereka sebaiknya siaga untuk mendatangi sejumlah lokasi pengungsian sementara yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang.

“53 desa yang terancam itu berada di pinggir-pinggir sungai. Warga di daerah itu harus terus waspada,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Magelang Eko Triyono, Selasa (25/10).

Menurutnya, desa-desa yang potensi terkena banjir lahar juga berada di bantaran sungai-sungai di bagian hulu atau kaki Gunung Merapi. Di antaranya yakni Sungai Apu, Senowo, Tringsing, Juweh. Keempat sungai ini menjadi satu di bawah masuk ke aliran Sungai Pabelan.

Dikatakan, perilaku banjir lahar tidak dapat diprediksi. Kendati demikian masih dapat dilakukan pengendalian untuk mengarahkan arus laharnya. Hanya saja pengendalian itu bisa dilakukan jika banjir laharnya kecil. Sedangkan apabila banjir besar maka tidak bisa ditentukan arah arusnya.

“Satu-satunya yang harus dilakukan warga jika banjir lahar besar ya lari mengungsi,”ujarnya.

Pada bagian lain, Tim Search And Rescue (SAR) Kabupaten Magelang membuka lima posko antisipasi dini pengendalian bencana banjir lahar dingin. Lima posko tersebut terdiri dari empat posko aju (cabang) dan satu posko utama. Posko aju berada di Kecamatan Srumbung, Dukun, Sawangan, Muntilan.

“Empat kecamatan itu merupakan yang paling dekat dengan bantaran sungai, yang pada musim hujan lalu menjadi langganan banjir lahar dingin, seperti Sungai Bebeng, Krasak, Putih, Senowo, Belan, Tringsing, Apu serta Sungai Lamat,”kata Heri Prawoto, Komandan SAR Kabupaten Magelang.

Sedangkan untuk posko induk, tetap ditempatkan di ruang pusat pengendali dan operasi (Rupusdalops) SAR Magelang, Jalan Letnan Tukiat Kota Mungkid. Agar dekat dengan pemkab sehingga memudahkan komunikasi maupun koordinasi dengan pemerintah secara cepat.***

Sumber: Media Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s