Sulsel Juara I Pameran Teknologi Tepat Guna


Provinsi Sulawesi Selatan tampil sebagai juara I pada Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) XIII Tingkat Nasional di Kendari. Atas prestasi itu, Sulsel meraih Piala Presiden. Piala tersebut diserahkan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam kepada perwakilan Sulsel pada penutupan GTTG di Eks Arena MTQ Nasional Kendari, malam tadi. Selain mendapat Piala Presiden, Sulsel juga menerima piagam penghargaan dari Menteri Dalam Negeri dan uang tunai Rp20 juta.

Keberhasilan Sulsel menjadi yang terbaik pada pameran ini setelah satu dari empat teknologi yang ditampilkan, yakni pengolah buah markisa mendapatkan poin tertinggi dari tim penilai, yaitu 2.226. Juara II direbut DKI Jakarta dengan teknologi eko power boster (2.220 pion), dan Kepulauan Riau yang mengunggulkan teknologi mokuleng gaharu (1987 poin)  sebagai juara III. Sedangkan harapan I, II, dan III masing-masing direbut DI Jogjakarta, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Sulawesi Tenggara.

Tim penilai berasal dari tujuh instansi antara lain Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Pertanian, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Indikator penilaian adalah inovasi teknologi, sudah dimanfaatkan masyarakat, efisiensi dan produktivitas alat, dan nilai transaksi selama pameran.

“Kami bangga atas prestasi sebagai juara satu pada GTTG kali ini. Mudah-mudahan keberhasilan ini dapat mendorong kami untuk berbuat lebih baik dalam mengembangkan mengaplikasikan teknologi tepat guna untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di Sulsel,” ujar Sunardi, staf Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa/Kelurahan (BPMPDK) Sulsel yang mewakili stand Sulsel menerima Piala Presiden.

Sukses yang dicapai Sulsel tersebut mengulang prestasi yang sama pada GTTG VIII/2006 di Pontianak, Kalimantan Barat. Saat itu, Sulsel mengunggulkan teknologi pemanen padi yang kini banyak digunakan. “Tahun depan GTTG digelar di Kepulauan Riau. Karena itu, kami berusaha melakukan inovasi dan mengembangkan teknologi sesuai potensi lokal yang ada di Sulsel misalnya di sektor pertanian, perikanan, atau kelautan,” tambah Ahmad.

Pada GTTG yang dimulai 12 Oktober ini, panitia mencatat jumlah transaksi mencapai Rp 16 miliar lebih. Jumlah pengunjung setiap hari rata-rata 6.500 orang. Melihat nilai transaksi dan jumlah pengunjung melebihi ekspektasi itu, Gubernur Sultra Nur Alam, menilai hal tersebut menjadi indikator suksesnya pelaksanaan GTTG di Kendari.

Sumber: Fajar Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s