Warga 9 Desa Blokir Jalur Alternatif Lagi


Warga dari 9 desa di Kecamatan Tanggulangin dan Porong kembali melakukan aksi demonstrasi, Selasa (25/10). Mereka memblokir jalur alternatif  lagi setelah sehari sebelumnya juga melakukan aksi  serupa.

Bahkan, tuntutan mereka pun sama. Mereka menuntut Pemda Sidoarjo dan BPLS bertanggung jawab untuk membayar ganti rugi lahannya yang terkena imbas jebolnya tanggul lumpur,  23 Desember 2010 lalu.

Protes warga dari 9 desa ini merupakan yang kesekian kalinya kepada Pemda dan BPLS. Warga merasa aspirasinya tidak ditanggapi pihak yang seharusnya bertanggung jawab membayar uang ganti rugi akibat jebolnya tanggul di titik 48 Desa Glagah Arum, Kecamatan Porong itu.

Makanya, warga terus melakukan aksi. Untuk aksi kali ini dilakukan di dua titik, yaitu jalur alternatif di Desa Glagah Arum dan Desa Sentul. Mereka memulai aksinya mulai pukul 8 pagi. Itu dilakukan sejak kemarin hingga Selasa (25/10). Itupun masih belum berakhir.

Aksi blokade jalan itu mengakibatkan kemacetan luar biasa di jalan Raya Porong. Bahkan,  hingga bundaran Apollo Gempol macet total. Sebagian pengguna jalan yang terlanjur lewat jalur alternatif harus putar balik karena warga menutup jalur tersebut. Bahkan sebagian kendaraan yang melintas di jalan desa Sentul tidak bisa putar balik karena jalan tersebut sempit, akibatnya banyak kendaraan tertahan.

“Mau gimana lagi mas. Warga ini ingin uang segera cair. Bupati Saiful Ilah pernah janji katanya bulan Juli dilunasi  Per KK Rp 500 ribu. Tapi hingga saat ini belum ada kejelasan,” ungkap Sutrisno, warga Desa Pologunting.

Salah seorang pengguna Raya Porong, Endrianto, mengatakan harus menempuh perjalanan hingga 2 jam dari exit tol Porong  untuk mencapai Bangil. Padahal normalnya cukup 30 menit dari exit tol porong ke Bangil, Pasuruan. “Saya harus mutar-mutar hingga arah ke Mojosari.  Kapok saya lewat sini,” ungkap Endrianto.

Sementara itu, warga tidak mau peduli. Mereka hanya menuntut uang ganti rugi itu tidak hanya Rp 500 ribu per KK. Sebab,  akibat tanggul jebol, warga mengalami gagal panen dan hasil kolam ikan warga hanyut.

Karena itu, Imam Daqiri, koordinator aksi, minta ketegasan BPLS untuk segera menyelesaikan ganti rugi itu. ‘’Sebab, warga rugi karena tanggul jebol. Apalagi, sebelumnya kami disuruh menuggu,” ujar Imam.

Karena itu, dia bersama warga lainnya mengancam akan menggelar aksi demonstrasi dalam skala besar ke Pemkab dan BPLS jika tuntutannya tidak ditanggapi. Selama ini BPLS berdalih jebolnya tanggul di titik 48 bukan tanggung jawab BPLS untuk mengganti rugi. Alasannya hal itu merupakan bencana daerah, sehingga yang harus mengganti Pemkab.

Nmaun, lanjut dia, dalam realitasnya, uang itu ada di BPLS. ‘’Pemkab juga gitu, Bupati hanya menjanjikan saja. Kita akan turun ke jalan provinsi, ” ancam Imam.

Dikonfirmasi terpisah humas BPLS Ahmad Khusairi mengutarakan tuntutan warga kepada BPLS adalah salah sasaran. Selama ini tugas BPLS cukup jelas, yaitu permasalahan bagi Desa yang masuk peta terdampak dan penguatan tanggul lumpur. “Warga sudah kita bilangi, kalo menuntut bukan ke BPLS. Tapi ke Pemda, krena dana bencana daerah sudah ada di Pemda,” ujar Ahmad Khusairi.

Dia menjelaskan sebenarnya dana penanggulangan bencana daerah sudah tersedia di Pemkab. Hal ini sesuai SK Gubernur Jatim ihwal pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah sudah terbit. Masalahnya, sampai saat ini personil BPBD Kabupaten Sidoarjo dinyatakan masih belum ada.

Karena itu, dia juga tidak bisa memastikan kapan anggota BPBD Sidoarjo terbentuk.  “Jika personil BPBD belum terbentuk, dana itu gak bisa cair. Jadi warga itu salah sasaran jika menuntut ke BPLS. Bupati sudah menjanjikan ganti rugi,” kelit Ahmad Khusairi.

Sumber: Surabaya Post

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s