Desa Penglipuran, Pesona Keteraturan Bali


Salah satu agenda perdana Mari Elka Pangestu sesaat menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari adalah melakukan perjalanan ke Desa Penglipuran, Bali.

Desa Penglipuran terletak di pulau yang terkenal dengan keindahan pantai dan budaya tradisionalnya, Desa Penglipuran pun menjadi salah satu lokasi pendukung kelestarian kebudayaan yang dilakukan masyarakat Bali, seperti melakukan ritual-ritual keagamaan yang masih dipegang erat.
Karena, terlepas dari modernisasi di pantai-pantai dan perkotaannya, di Bali masih banyak pedesaan-pedesaan tradisional. Salah satu desa yang paling terkenal adalah Desa Penglipuran ini.

Desa Penglipuran terletak di Kabupaten Bangli, tidak jauh dari Kintamani. Udara di kawasan ini sejuk karena desa ini terletak 700 meter di atas permukaan laut. Nama desa ini sendiri berasal dari kata “Pengeling Pura” yang berarti tempat suci mengenang para leluhur.

Desa yang pernah mendapat penghargaan Kalpataru ini tampak begitu asri. Keistimewaan desa ini adalah memiliki tatanan struktur desa tradisional yang teratur dengan banyak ruang terbuka dan taman-taman yang indah sehingga membuat pengunjung merasakan nuansa Bali seperti dahulu kala.

Penataan fisik dan struktur desa tersebut tidak lepas dari budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat Adat Penglipuran dan budaya masyarakatnya juga sudah berlaku turun temurun.

Keunggulan lainnya Desa Penglipuran ini dibandingkan dengan desa-desa lainnya di Bali adalah, keseragaman bagian depan rumah dari ujung utama desa sampai bagian hilir desa.

Desa tersusun sedemikian rapinya yang mana daerah utamanya terletak lebih tinggi dan semakin menurun sampai ke daerah hilir. Selain bentuk depan yang sama, adanya juga keseragaman bentuk dari bahan untuk membuat rumah tersebut. Seperti bahan tanah untuk tembok dan untuk bagian atap terbuat dari penyengker dan bambu untuk bangunan diseluruh desa.

Selain itu, desa ini juga masih banyak melakukan acara-acara ritual, dan juga pengunjung dapat masuk ke rumah penduduk dan melihat kerajinan tangan yang mereka buat. Penduduk desa pun sangat ramah dalam menjamu tamu yang berkunjung.***

Sumber: OkeZone Travel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s