Desa Saidpur, Desa Tua di Pakistan


Desa Saidpur di Kota Islamabad adalah objek terakhir yang dikunjungi wartawan Jawa Pos BAHARI yang mencoba berhaji jalur darat sebelum meninggalkan Pakistan. Berikut lanjutan laporannya tentang desa yang berumur ratusan tahun itu.

Di Desa Saidpur yang hanya berjarak selama 10 menit perjalanan dari Kota Islamabad, terdapat beberapa objek yang menarik para wisatawan.

Pecinta sejarah atau yang ingin mengetahui awal berdirinya Kota Islamabad bisa mengunjungi museum yang berada di salah satu sudut Desa Saidpur. Lokasi bangunan museum cukup sederhana, hanya berukuran sekitar 5 x 10 meter persegi. Suasananya sangat bersih meski bangunan museum sedikit kuno yang terbuat dari bata merah.

Di sana dipajang foto dan gambar Desa Saidpur sebelum direnovasi menjadi desa wisata seperti sekarang. Dulu desa tersebut kumuh dan hanya terdiri atas bangunan bata merah. Tapi, setelah dipugar otoritas Islamabad, Desa Saidpur menjadi desa wisata yang bersih dan nyaman. “Baru dua hingga tiga tahun ini desa itu menjadi tempat jujukan turis,” kata Muladi, mantan mahasiswa International Islamic University Islamabad (IIUI) yang menemani saya.

Di museum juga bisa dilihat sejarah pembangunan Kota Islamabad, ibu kota Pakistan. Kompleks pertokoan, bank pusat, masjid, dan bangunan pemerintah dibangun secara bersamaan. Dan, kini berdiri Kota Islamabad seperti sekarang. Sebelumnya, ibu kota Pakistan adalah Karachi.

Seiring perkembangan zaman sekaligus untuk melestarikan sejarah, budaya, dan keindahan alam, Saidpur dikembangkan menjadi model desa wisata dengan modal awal sekitar  400 juta rupee. Tujuan utama proyek ini melestarikan budaya desa yang berada di pinggiran Kota Islamabad, dengan mengubahnya menjadi tempat jujukan para turis.

Di desa ini sebagian warganya masih menekuni kerajinan tembikar dan keramik yang berbahan baku tanah liat. Pintu masuk ke desa melalui dua gerbang terbuat dari kayu dan tanah sebagai keseimbangan yang lama dan yang baru. Bangunan ini telah diawetkan dan di dalamnya terdapat lampu redup untuk menerangi gambar.

Saidpur adalah desa tua berusia 400 atau 500 tahun yang berada di lereng perbukitan Margalla menghadap Kota Islamabad. Saidpur dinamai oleh Kata Khan, salah seorang putra Sultan Sarang dalam pemerintahan Kaisar Mughal.

Memoar Kaisar Jahangir, Tuzke Jahangiri, menyebutkan bahwa dia berhenti di suatu tempat di luar Rawalpindi dalam perjalanan ke Kabul, yang kini bernama Saidpur. Khan mengatakan, Desa Saidpur menjadi tempat putrinya menikah dengan putra Kaisar Mughal Akbar.

Desa diubah menjadi tempat ibadah Hindu oleh seorang komandan Mughal, Raja Man Singh. Dia membangun sejumlah kolam kecil yang diberi nama Rama Kunda, Sita Kunda, Lakshaman Kunda, dan Hanuman Kunda. Hingga kini, peninggalaan Kuil Sikh Amsih bisa dilihat di sini. Yang jelas, Desa wisata Saidpur kini menjadi oase masyarakat Islamabad di tengah hiruk pikuk politik Pakistan yang tiada hentinya.***

Sumber: Jambi Ekspres

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s