Rencana Pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT) Didukung


Sebanyak 90 persen anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung setuju dan mendukung penuh rencana pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT). Sikap tersebut dibeberkan masing-masing pimpinan fraksi DPRD Kabupaten Bandung saat menerima audiensi dari perwakilan masyarakat Bandung Timur yang tergabung dalam Komite Independen Pengawasan Pembangunan dan Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KIP4KBT), di ruang Badan Musyawarah DPRD Kabupaten bandung, Selasa (1/11).

Dalam pertemuan tersebut, puluhan tokoh dan sesepuh masyarakat Kabupaten Bandung di wilayah timur diterima langsung oleh Komisi A DPRD Kabupaten Bandung serta beberapa ketua dan perwakilan masing-masing fraksi. Kepada para anggota DPRD yang hadir, warga kembali mengungkapkan niat dan keinginan mereka untuk mendirikan KBT.

Dalam pertemuan tersebut, rencana dan keinginan warga disetujui setidaknya oleh enam fraksi besar seperti Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDIP, Fraksi PAN, Fraksi PKS, dan Fraksi Madani.

Dukungan juga datang secara pribadi dari Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bandung Daud Burhanudin. Bahkan, ia menyarankan perwakilan masyarakat untuk segera menempuh prosedur dan persyaratan yang diperlukan untuk mempercepat realisasi KBT. “Wacana ini sudah muncul sejak 2004. Alasan dan pertimbangannya sudah jelas dan tidak perlu dibahas lagi. Dulu juga 37 dari 50 anggota DPRD sudah menyatakan setuju, jadi sekarang tinggal menempuh mekanisme saja,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar Cecep Suhendar. Ia mengatakan, pembentukan KBT adalah sebuah keniscayaan. Untuk itu ia berharap masyarakat benar-benar menunjukan keinginan tersebut. Pasalnya, jika dimulai dari anggota DPRD akan terlihat bernuansa politis.

Menanggapi persetujuan mayoritas anggota DPRD, Ketua KIP4KBT Asep Juarsa Juandi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah ini dengan membuat surat resmi kepada Ketua DPRD.

“Kami juga berharap DPRD segera membentuk panitia khusus untuk menangani rencana ini, karena persetujuan lisan sudah terungkap. Jangan sampai nanti sikap secara institusi berbeda dari sikap pribadi dan fraksi,” katanya.

Di sisi lain, Asep menegaskan, keinginan masyarakat untuk mendirikan KBT memang berawal dari permasalahan yang terjadi wilayah tersebut seperti masalah penanganan limbah, kehidupan sosial ekonomi yang cukup mengkhawatirkan, serta pelayanan publik yang dirasakan kurang optimal.

Namun, pertimbangan itu bukan berarti kekecewaan atau kontra, atau bahkan kebencian terhadap Pemkab Bandung.

Menurut Asep, dengan luas wilayah yang cukup besar, bisa dipahami Pemkab Bandung tidak bisa secara langsung menyelesaikan permasalahan di seluruh wilayah. “Kami ingin masalah ditangani tanpa saling menyalahkan, jadi jika memang terlalu luas, kenapa tidak Bandung Timur dibiarkan berdiri sendiri,” ujarnya.

Mewakili Pemkab Bandung, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Yudhi Harjanto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi aspirasi warga Bandung Timur. Ia berjanji akan segera melaporkan hasil audiensi tersebut pada Bupati Bandung Dadang M. Naser. “Saya yakin Bupati juga tidak anti pemekaran. Namun, kami harap masyarakat segera melengkapi prosedur dan persyaratan yang berlaku jika memang ingin ada tindak lanjut dari rencana ini,” ujarnya.

Sumber: Pikiran Rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s