[Program Desa] PPIP dan PNPM di KBB Meningkat Signifikan


Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaaan (PPIP) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) berdampak signifikan bagi pembangunan di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Departemen Pekerjaan Umum menambah kuota PPIP dan PNPM Perkotaan. Kuota PPIP meningkat, dari 6 desa pada tahun 2011, sekarang menjadi 22 desa penerima.

Sedangkan kuota PNPM perkotaan meningkat, dari Rp3,065 miliar tahun 2011, menjadi Rp5,2 miliar pada 2012. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Prasarana Lingkungan Pemukiman Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Mohamad Safirun, Jumat (12 Oktober 12).

Safirun menuturkan, PPIP merupakan program pendukung PNPM. Penentuan desa penerima, katanya, bergantung pada penilaian Depertamen PU dan Komisi V DPR RI. Dengan begitu, kata Safirun, pihaknya hanya mampu mengajukan calon desa penerima.

Dalam PPIP, kata dia, setiap desa berhak menerima bantuan sebesar Rp 250 juta. Besaran bantuan itu, ucapnya, dapat digunakan masyarakat untuk membangun infrastruktur jalan setapak, jembatan, instalasi air bersih, lokasi sanitasi atau sarana umum lainnya. Safirun menuturkan, dari segi pengerjaan, masyarakat diberikan kewenangan penuh.

“Kami hanya melakukan monitoring perkembangan pembagunan. Upaya itu, dapat dilakukan dengan melihat langsung kegiatan pembangunan atau menghimpun kesimpulan dari hasil rapat pembangunan desa. Data monitoring itu yang nanti akan dilaporkan kepada pemerintah pusat,” ucapnya.

Ketika ditanyakan realisasi dari PPIP, dari 22 desa penerima di 13 kecamatan, 6 diataranya telah memulai program semenjak Juni lalu. Safirun mengatakan, keenam desa itu berasal dari Kecamatan Cipeundeuy.

Sedangkan 16 desa lainnya, kata dia, masih menunggu alokasi dari APBN perubahan. Sambil menunggu itu, tuturnya, tim PPIP melakukan tahap pendampingan dan perencanaan.

Meski telah mengalami penambahan jumlah, DCKTR KBB berharap, Kabupaten Bandung Barat mendapatkan penambahan jumlah desa penerima lagi. Apabila hal itu terlaksana, Safirun mengatakan, pihaknya akan mengutamakan desa yang belum berkesempatan mendapatkan PPIP.

Sama halnya dengan PPIP, tahun ini, KBB pun mengalami penambahan besaran bantuan PNPM Perkotaan. Safirun mengucapkan, pada 2011, KBB menerima Rp3,065 miliar. Memasuki 2012, ucapnya, bantuan PNPM Perkotaan meningkat menjadi Rp5,2 miliar. Bahkan rencananya, 2013 mendatang, KBB akan mendapatkan Rp7,9 miliar.

Dia mengatakan, PNPM Perkotaan disalurkan bagi 44 desa dari 4 kecamatan, yaitu Padalarang, Ngamprah, Parongpong, dan Lembang. Masing-masing desa, tutur dia, mendapat alokasi anggaran antara Rp 70-350 juta.

Kepala DCKTR KBB Anugrah menilai, penambahan kuota PNPM ataupun PPIP terjadi karena Departemen PU memberikan kepercayaan kepada Pemkab Bandung Barat. Apalagi, tutur dia, di wilayah KBB tidak pernah ditemui permasalahan terkait PNPM atau PPIP. [prlm]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s